Rabu, 05 Oktober 2016

Etika dan Profesionalisme

1.   Definisi Etika

Istilah etika berasal dari bahasa yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu; tempat tinggal biasa, padang rumput, kandang. Kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, dan cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. Arti dari bentuk jamaklah yang melatar belakangi terbentuknya istilah etika yang oleh aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis, etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

2.      Definisi Profesi dan Profesionalisme
Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa inggris “Profess”, yang bermakna janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen. Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Sedangkan profesionalisme adalah komitmen para profesional terhadap profesinya. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan kebanggaan dirinya sebagai tenaga profesional, usaha terus-menerus untuk mengembangkan kemampuan profesional tersebut.

3.     Etika Profesionalisme Pramugari
Pekerjaan pramugari dan pramugara di pesawat terbang tak semudah yang dibayangkan. Mereka tidak hanya memandu para penumpang di dalam pesawat, tetapi juga harus menciptakan suasana perjalanan senyaman mungkin, apalagi perjalanan yang dilakukan jauh dari daratan. Karena itulah, dibutuhkan keahlian dan keterampilan khusus agar profesionalisme pramugari-pramugara tetap terjaga.
Banyak sekali  berbagai macam profesi dan jenis pekerjaan. Setiap jenis pekerjaan tentu memiliki suatu aturan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Sekarang ini, saya ingin mengupas sedikit mengenai profesi pekerjaan sebagai seorang pramugari dan akan membahasa bangaimana kode etik profesi seorang pramugari.

A.    Teliti

Sebelum penerbangan, pramugari memeriksa peralatan seperti alat pemadam kebakaran, pertolongan pertama dan tabung oksigen. Pramugari harus memastikan bahwa peralatan tersebut lengkap adanya disetiap kursi penumpang. Selain itu, pramugari akan memeriksa persediaan makanan dan minuman sebelum lepas landas.

B.     Ramah

Dalam kondisi hati yang tidak baik sekalipun, pramugari harus tetap bersikap ramah kepada para penumpang pesawat. Senyum, sapa dan salam merupakan hal wajib bagi pramugari. Ketika menyambuat para penumpang masuk kedalam pesawat, pramugari menyambut dengan sikap ramah dengan senyum manis. Karena pramugari – pramugari ini wajib menciptakan kesan pertama yang baik, kesan pertama merupakan hal yang penting.
C.     Sabar dan tegas.

Pramugari harus memiliki kesabaran yang tinggi dalam menghadapi berbagai macam latar belakang sifat dan pribadi penumpang yang berbeda – beda. Seringkali ditemukan penumpang yang masih saja belum memasang sabuk pengaman atau masih mengaktifkan dan mengoperasikan telepon genggamnya, padahal pesawat sudah siap untuk take off. Disinilah kesabaran dan ketegasan menjadi seorang pramugari harus ditunjukkan, dengan sabar dan tegas pramugari haruslah menegur penumpang tersebut. Dan dalam menegurnyapun pramugari harus tetap bersikap sopan dan santun.
D.    Bekerjasama

Pekerjaan akan terasa lebih mudah bila dilakukan besama – sama. Salah satu hal tersulit adalah pada saat boarding. Pada saat itu penumpang secara bersamaan melakukan boarding barang – barang ke overhead bin pesawat. Walaupun proses boarding dapat dilakukan oleh penumpang itu sendiri.  Tetapi akan lebih pramugari membantu penumpang memasukkan barang di bagasi dan membantu kebutuhan khusus seperti anak-anak atau para manula.
E.     Koordinasi yang baik

Pramugari merupakan mata dan telingan bagi pilot. Karena pilot tidak dapat mengecek bagaimana situasi dan keadaan di area penumpang. Koordinasi dan komunikasi yang baik harus tercipta dengan baik antar awak pesawat. Contoh kecil namun fatal adalah misalkan ada penumpang yang masih berada di toilet padahal pesawat sudah bersiap – siap untuk take off, pilot tentu saja tidak akan tahu bahwa ada satu pesawatnya yang belum berada dikursi penumpangnya. Pramugari segera mengabari pilot bahwa masih ada satu penumpang yang di toilet sehingga pilot dapat menghentikan pesawat.

F.      Memperhatikan kenyamanan penumpang

Selama penerbangan, pramugari menawarkan minuman dan makanan ringan kepada penumpang. Pramugari akan melihat kenyamanan penumpang termasuk menjawab pertanyaan, membagikan headphone dalam penerbangan dan menawarkan selimut atau bantal. Dalam keadaan darurat, seorang pramugari akan mengarahkan penumpang dan mengelola pertolongan pertama yang diperlukan.
G.    Memastikan keselamatan penumpang

Berada di ketinggian yang tidak biasa, membuat sebagian penumpang merasa pusing bahkan mual. Pramugari membantu dengan memberikan obat kepada penumpang. Selain itu, bila kondisi pesawat tiba – tiba dalam keadaan yang kurang bagus, seperti turbulance, pendaratan darurat pramugari tidak boleh terlihat panik dan wajib menenangkan para penumpangnya. Pramugari wajib mendahulukan keselamatan para penumpang apabila pesawat dalam keadaan emergency.
H.    Salam dan terima kasih

Ketika pesawat bersiap landing, pramugari kembali memastikan semua penumpang dalam keadaan memakai sabuk pengamannya. Dan kembali koordinasi dengan pilot bahwa kabin penumpang sudah aman dan siap mendarat. Ketika pendaratan dan  penumpang bersiap – siap turun dari kabin, pramugari kembali memberikan senyum salam perpisahan dan ucapan terima kasih.
4.     Sanksi Pelanggaran Kode Etik
a.       Sanksi Moral.

b.      Sanksi dikeluarkan dari organisasi.

Senin, 25 April 2016

Studi Kasus K3

Empat Pekerja di Pabrik Gula Tewas, Tersiram Air Panas

Cilacap–Empat pekerja cleaning servis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/07/09), tewas setelah tersiram air panas didalam tangki. Satu pekerja lainnya selamat namun mengalami luka parah. Diduga kecelakaan ini akibat operator kran tidak tahu masih ada orang di dalam tangki. Pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi insiden ini.
Peristiwa tragis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses yang ada di komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada di atas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.
Para korban yang tewas semuanya warga Cilacap yakni Feri Kisbianto, Jumono, Puji Sutrisno dan Kasito. Sedangkan pekerja yang bernama Adi Purwanto berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah.
Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur ke dalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.
Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut, karena semua pimpinan di Pabrik PT Darma Pala Usaha Sukses berusaha menghindar saat ditemui wartawan. Sementara polisi juga belum mau memberikan keterangan atas musibah tersebut. (Nanang Anna Nur/Sup).

Kasus Analisis
Jika ditinjau dari faktor penyebab kecelakaan kerja, penyebab dasar kecelakaan kerja adalah human error. Dalam hal ini, kesalahan terletak pada operator kran. Menanggapi kecelakaan yang telah menewaskan empat orang tersebut, seharusnya sang operator kran bersikap lebih hati-hati serta teliti yaitu dengan benar-benar memastikan bahwa tangki gula krsital tersebut telah kosong serta aman dialirkan air ke dalamnya, maka mungkin kecelakaan kerja tersebut tidak akan terjadi. Karyawan saat memasuki tangki seharusnya juga mengenakan alat-alat pelindung diri agar terhindar dari bahaya kecelakaan kerja.
Kemudian penyebab kecelakaan yang lain adalah kurangnya pengawasan manajemen dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan keamanan pada perusahaan tersebut. Sistem manajemen yang baik seharusnya lebih ketat pengawasannya terhadap alat ini menyadari alat ini memiliki risiko yang besar untuk menghasilkan loss atau kerugian. Beberapa tindakan manajemen yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan kamera-kamera di dalam alat tersebut sehingga operator kran dapat memastikan bahwa di dalam tangki benar-benar tidak ada orang. Kemudian, apabila teknologi yang lebih canggih dapat diterapkan di sana, maka pada tangki tersebut dapat dipasang sebuah alat pendeteksi di mana apabila di dalam tangki masih terdapat orang atau benda asing, maka ada sebuah lampu yang menyala yang mengindikasikan di dalam tangki tersebut terdapat orang atau benda asing.
Kemudian apabila telah terjadi kecelakaan, seharusnya dilakukan investigasi kecelakaan, inspeksi, pencatatan serta pelaporan kecelakaan kerja. Tujuan dari kegiatan ini tentu untuk meningkatkan manajemen dari kesehatan, keamanan serta keselamatan pada perusahaan tersebut, menentukan tindakan pencegahan yang tepat serta menurunkan faktor risiko pada kecelakaan tersebut. Namun, sayangnya sikap dari pihak perusahaan yang menutup-nutupi kejadian kecelakaan kerja tersebut dapat menghambat berjalannya investigasi tersebut. Perusahaan tidak akan dapat mengambil pelajaran melalui kecelakaan ini. Ini berarti kecelakaan semacam ini masih memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk kembali terjadi, baik pada perusahaan yang sama maupun pada perusahaan sejenisnya.

Solusi Mengatasi Kecelakaan Kerja
Ada beberapa solusi yang dapat digunakan untuk mencegah atau mengurangi resiko dari adanya kecelakaan kerja. Salah satunya adalah pengusaha membentuk Panitia Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk menyusun program keselamatan kerja. Beberapa hal yang menjadi ruang lingkup tugas panitia tersebut adalah masalah kendali tata ruang kerja, pakaian kerja, alat pelindung diri dan lingkungan kerja.
a.    Tata ruang kerja yang baik adalah tata ruang kerja yang dapat mencegah timbulnya gangguan keamanan dan keselamatan kerja bagi semua orang di dalamnya. Barang-barang dalam ruang kerja harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dihindarkan dari gangguan yang ditimbulkan oleh orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Jalan-jalan yang dipergunakan untuk lalu lalang juga harus diberi tanda, misalnya dengan garis putih atau kuning dan tidak boleh dipergunakan untuk meletakkan barang-barang yang tidak pada tempatnya.
Kaleng-kaleng yang mudah bocor atau terbakar harus ditempatkan di tempat yang tidak beresiko kebocoran. Jika perusahaan yang bersangkutan mengeluarkan sisa produksi berupa uap, maka faktor penglihatan dan sirkulasi udara di ruang kerja juga harus diperhatikan
b.    Pakaian kerja sebaiknya tidak terlalu ketat dan tidak pula terlalu longgar. Pakaian yang terlalu longgar dapat mengganggu pekerja melakukan penyesuaian diri dengan mesin atau lingkungan yang dihadapi. Pakaian yang terlalu sempit juga akan sangat membatasi aktivitas kerjanya. Sepatu dan hak yang terlalu tinggi juga akan beresiko menimbulkan kecelakaan. Memakai cincin di dekat mesin yang bermagnet juga sebaiknya dihindari.
c.    Alat pelindung diri dapat berupa kaca mata, masker, sepatu atau sarung tangan. Alat pelindung diri ini sangat penting untuk menghindari atau mengurangi resiko kecelakaan kerja. Tapi sayangnya, para pekerja terkadang enggan memakai alat pelindung diri karena terkesan merepotkan atau justru mengganggu aktivitas kerja. Dapat juga karena perusahaan memang tidak menyediakan alat pelindung diri tersebut.



http://hitamandbiru.blogspot.co.id/2012/08/makalah-keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html

Studi Kasus K3 di Laboratorium Farmasi Universitas Indonesia


KECELAKAAN KERJA DI LABORATORIUM FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA

Kepala Humas Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Devfanny Aprilia Artha mengungkapkan ledakan laboratorium kimia kemarin merupakan kecelakaan kerja. Pasalnya, sejumlah mahasiswa sedang melakukan praktikum.
Murni kecelakaan kerja karena anak farmasi selalu ada praktik kecelakaan kerja,” kata Devfanny di Kantornya, Depok, Selasa (17/3).

Dia mengatakan ledakan tersebut akibat kelalaian mahasiswa dan dosen yang sedang melakukan destilasi dan indentifikasi asam. Setiap mahasiswa yang melakukan praktik harus mengenakan prosedur pengamanan laboratorium seperti, jas, sarung tangan, masker dan kacamata google. Mereka sudah dikasih tahu atau diarahin sama dosennya, kalau mau praktik SOP-nya harus pakai atribut laboratorium untuk pengamanan si praktik,” ucapnya.

Lanjut dia, saat praktik ada tiga dosen dan tiga asisten dosen yang menjaga dan mengarahkan mahasiswa. Namun mahasiswa mengabaikan arahan dari dosen. Nggak tahu mereka bandel atau apa. Tapi mereka mengabaikan instruksi dosen. Sebab cairannya tak terlalu berbahaya jadi mereka tak dengarkan dosen,” katanya.

Pantauan merdeka.com di lokasi, masih banyak dosen dan petugas laboratorium untuk memeriksa laboratorium yang meledak di lantai 2 Fakultas Farmasi. Kegiatan mengajar mahasiswa tetap dilakukan oleh pihak rektorat.

Sementara di dalam laboratorium tak ada bekas pecahan kaca dan darah. Peralatan laboratorium sudah dalam kondisi rapih.Kepala Humas Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Devfanny Aprilia Artha mengaku sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka akibat ledakan labu destilasi suhu memuai yang terlalu panas. Mereka terkena serpihan kaca di bagian wajah, pipi, leher dan mata.

Harusnya api ditarik pada suhu 70 derajat kalau tidak memanas labunya. Tapi ngga tahu kenapa, mereka mengabaikan arahan dosen. Jadi muka dan kelopak mata mereka kena pecahan labu kaca itu,” kata Devfanny di Kantornya, Depok, Selasa (17/3). Dia mengatakan, korban berjumlah 15 orang yang merupakan angkatan 2013. Korban berat ada sekitar 5 orang dan korban ringan ada 10 orang.

“Paling parah dua orang, Delvika wajahnya luka jahitan dan Citra bagian kelopak mata. Ada yang kena pecahan kaca di leher, mata, muka dan pipi,” ucapnya.Saat ini korban sudah kembali ke rumah masing-masing. Ada ke asrama dan kosan. Mereka tidak ada yang dirawat inap, semuanya sudah pulang sejak jam 9 malam,” imbuhnya.

Lanjut dia, pihak kampus UI bertanggungjawab terhadap biaya pengobatan mahasiswa yang mengalami luka-luka. Bahkan pihak kampus memberikan izin mahasiswa yang menjadi korban ledakan untuk tidak masuk kuliah selama pengobatan. 5 Orang yang mengalami luka berat ini mengeluhkan telinga sakit karena ledakan keras sekali jadi separuh kayak budeg gitu. Dokter bilang perlu rawat jalan saja,” tukasnya.

Analisis SIngkat:

1.      Perlunya untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait dengan kasus ini. Keterangan dari korban dan saksi mutlak untuk kelengkapan investigasi.
2.      Perlunya briefing menyeluruh kepada seluruh pengguna laboratorium farmasi tentang kejadian kecelakaan ini dan bagaimana cara mencegahnya
3.      Perlunya untuk melakukan identifikasi bahaya dan pengendaliannya (HIRADC) terhadap seluruh kegiatan yang ada di lokasi kejadian
4.      Perlunya untuk mendesain pemanas yang memiliki ambang atas titik panas. Jika alat pemanas tersebut sudah mencapai titik atas panas, alat tersebut bisa mati secara otomatis. Seperti prinsip kerja logam bimetal di setrika.

Selasa, 15 Maret 2016

Keselamatan Kerja


A.    LATAR BELAKANG
Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perusahaan di Indonesia secaraumum diperkirakan termasuk rendah. Pada tahun 2005 Indonesia menempati posisiyang buruk jauh di bawah singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand. Kondisi tersebut mencerminkan kesiapan daya saing perusahaan Indonesia di dunia internasional masih sangat rendah.
Indonesia akan sulit menghadapi pasar global   karena mengalami ketidakefisienan pemanfaatan tenaga kerja (produktivitas kerja yang rendah).
kemajuan perusahaan sangat ditentukan peranan mutu tenaga kerjaanya. Karena itu disamping perhatian perusahaan- pemerintah juga perlu memfasilitasi dengan peraturan atau aturan perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat serta bebas dari berbagaibentuk macam-macam pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan banyak korban, kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha-pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh serta  merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat yang luas.



Pemahaman Dan Ruang Lingkup Kerja

A.  Pengertian Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budanyanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
K3 tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industry. Perkembangan pembangunan setelah Indonesia merdeka menimbulkan konsekuensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan tenaga kerja.

B.   Deskripsi Kecelakaan Kerja
Kinerja (performen) setiap petugas kesehatan dan non kesehatan merupakan resultante dari tiga komponen kesehatan kerja yaitu kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja yang dapat merupakan beban tambahan pada pekerja. bila ketiga komponen tersebut serasi maka bisa dicapai suatu derajat kesehatan kerja yang optimal dan peningkatan produktifitas. sebaliknya bila terdapat ketidakserasian dapat menimbulkan masalah kesehatan kerja berupa penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktifitas kerja.